Film Laskar Pelangi bercerita tentang kehidupan anak-anak dari kalangan keluarga miskin di Desa Belitung. Mereka bersekolah di salah satu SD tertua di pulau tersebut yaitu SD Muhammadiyah. Sekolah ini hanya memiliki 10 siswa, sehingga terancam ditutup dan membuat anak-anak tersebut terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolahnya lagi.
Kesepuluh anak-anak tersebut yaitu Ikal, Lintang, Mahar, A Kiong, Syahdan, Borek, Sahara, Kucai, Trepani, dan Harun. Mereka giat ke sekolah demi mewujudkan impian dan cita-citanya. Ibu Muslimah yang diperankan Cut Mini, menjadi satu-satunya guru yang mengajar di SD tersebut.
Sementara Pak Harfan diperankan oleh Ikranagara merupakan kepala sekolah SD Muhammadiyah. Bu Muslimah dan Pak Harfan terus berupaya mempertahankan SD tersebuagar tidak ditutup.
Awlanya siswa SD Muhammadiyah hanya terdiri dari 9 siswa. Kemudian datanglah Harun, seorang anak keterbelakangan mental yang menjadi penyelamat di tengah kekhawatiran guru dan murid mengenai nasib sekolahnya yang akan ditutup. Harun adalah siswa ke 10 yang menkadikan SD Muhammadiyah tetap bisa bertahan dan melanjutkan aktivitas belajarnya seperti biasa.
Film ini mengangkat kisah tokoh Muslim Kyai Haji Ahmad Dahlan yang berjuang meluruskan Islam di Yogyakarta sesuai Al-Qur’an dan Sunnah. Kyai Haji Ahmad Dahlan sendiri adalah salah satu ulama terkemuka di Indonesia yang menjadi panutan banyak masyarakat muslim. Ajaran dan pemikirannya merujuk pada pembaharu Islam, seperti Ibnu Taimiyyah, yang masih dianut oleh sebagian umat muslim. Sang Pencerah adalah kisah seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid'ah. Kecerdasan mendorongnya untuk membuktikan kiblat Masjid Besar Kauman yang ternyata bukan menghadap ke Ka'bah di Mekah, melainkan ke Afrika.
Film ini mengangkat kisah tokoh Muslim Kyai Haji Ahmad Dahlan yang berjuang meluruskan Islam di Yogyakarta sesuai Al-Qur’an dan Sunnah. Kyai Haji Ahmad Dahlan sendiri adalah salah satu ulama terkemuka di Indonesia yang menjadi panutan banyak masyarakat muslim. Ajaran dan pemikirannya merujuk pada pembaharu Islam, seperti Ibnu Taimiyyah, yang masih dianut oleh sebagian umat muslim. Sang Pencerah adalah kisah seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid'ah. Kecerdasan mendorongnya untuk membuktikan kiblat Masjid Besar Kauman yang ternyata bukan menghadap ke Ka'bah di Mekah, melainkan ke Afrika.